Friday, May 20, 2011

ASAL MUASAL BAHASA MANUSIA

Bagi yang bersifat kritis pasti pertanyaan dari mana awal bahasa manusia itu tercipta dan bagaimana bisa digunakan oleh manusia pasti menjadi pemikiran. Seperti halnya studi yang dilakukan Science Magazine edisi 15 April 2011, pada edisi tersebut dikuak awal mula atau asal muasal bahasa manusia. Anda boleh saja setuju dengan studi ini, boleh juga tidak setuju, intinya manusia banyak kekurangan untuk itulah dilakukan banyak studi agar menambah ilmu manusia.


Menurut studi yang diterbitkan oleh Science Magazine, asal muasal bahasa manusia muncul di selatan Afrika. Dari sanalah kemudian bahasa ini menyebar ke seluruh dunia. Studi tersebut dilakukan oleh peneliti dari Universitas Auckland, Selandia Baru, Quentin Atkinson, ia melakukan penelitian dengan cara menelusuri rekam jejak bahasa dengan cara memecah 504 bahasa ke dalam komponen terkecilnya yang disebut sebagai fonem.
evolusi manusia
Lantas apa itu Fonem? Fonem merupakan suara yang diucapkan, kata Fonem diambil dari bahasa Latin, phonema. Dalam penelitian tersebut berhasil menunjukkan bahwa semakin beragamnya fonem yang dimiliki oleh suatu bahasa menunjukan bahasa itu menjadi sumber dari bahasa-bahasa lain yang lebih sedikit memiliki fonem.
Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan untuk menguak asal muasal bahasa manusia telah didapat, bahwa semakin jauh sekelompok manusia berkelana dari Afrika dalam rekam jejak sejarahnya, semakin sedikit fonem yang digunakan dalam bahasa mereka.
Dengan itu bisa diartikan bahwa sesuai dengan prediksi dalam studi tersebut, bahasa-bahasa yang digunakan didaerah Amerika Selatan dan Kepulauan Pasifik memiliki fonem paling sedikit, sedangkan bahasa-bahasa di Afrika memiliki fonem lebih banyak, bahkan bisa dibilang terbanyak.
Usut punya usut, ternyata studi untuk meguak asal muasal bahasa manusia tersebut mirip dengan studi tentang genetik manusia. Dalam peraturan umum telah dipaparkan bahwa apabila semakin jauh seseorang meninggalkan atau keluar dari daerah Afrika maka semakin kecil perbedaan antara individu dalam populasi kelompok individu tersebut bila dibandingkan dengan keragaman di daerah asalnya, Afrika.
Kenapa demikian? Ya karena Afrika dianggap sebagai asal muasal nenek moyang manusia sehingga bisa menimbulkan pemikiran seperti diatas.
Untuk melakukan studi asal muasal bahasa manusia tersebut, Atkinson menggunakan metode statistik mutakhir yang sama untuk mengonstruksikan pohon genetik berdasarkan urutan DNA. Penggunaan metode statistik yang dilakukan dalam mencari sumber bahasa manusia memancing komentar dari seorang ahli bahasa, Brian D Joseph dari Universitas Ohio.
Saya rasa kita sudah seharusnya memerhatikan hal ini dengan seirus meskipun masih ada orang yang akan menolaknya,” ujar Joseph.
Untuk informasi tambahan, studi yang dilakukan oleh Atkinson bisa dikategorikan unik, karena berusaha menemukan akar bahasa dari waktu yang sangat lampau. Namun masih ada perdebatan tentang umur bahasa, karena disisi lain ditemukan fakta sementara bahwa umur bahasa telah mencapai 50.000 tahun. Namun ada pembantahan mengenai umur bahasa tersebut datang dari beberapa ahli bahasa lain juga masih skeptis dengan fakta sementara itu. Mereka menemukan faktor lain yaitu “perkembangan dari kata-kata yang sangat cepat” sehingga kemungkinan umur bahasa sendiri tidak lebih dari 10.000 tahun lamanya.
Jelas memang sangat unik penelitian atau studi yang dilakukan oleh Atkinson, ia berusaha memecahkan asal muasal bahasa manusia yang mungkin tak sedikit dari kita tidak berfikir kearah sana. Sekali lagi seperti yang sudah kami sebutkan diatas, anda bisa saja setuju dengan studi bahasa manusia ini dan anda boleh saja tidak setuju dengan studi yang dilakukan Atkinson tentang asal muasal bahasa manusia itu.